Senin, 20 Januari 2014

CERITA SAYA


BARCELONA vs LEVANTE | ATM MADRID vs SEVILLA
hasil point yang baik untuk
REAL MADRID

PERTANDINGAN BARCELONA vs LEVANTE berakhir imbang. yaaaaa sempet kecewa padahal LEVANTE lebih duahulu unggul, sejatinya gue pendukung Real Madrid, yang sedang asyik menyaksikan pertandingan krusial tersebut, jalanya pertandingan seru banget, mulai dari peluang anak anak blaugrana yang nggak bisa konversi in goal , sampe penyelamatan hebat kiper levante, yang pada akhirnya gue seneng karena gap point berbeda 1, sama dengan halnya ketika ATLETICO MADRID vs SEVILLA sempet kecewa liat SEVILLA lebih dahulu kemasukan goal, serta penguasaan bola pada babak pertama, tidak sampai 30 persen ( yaelah kaya lawan barca aja ) pesimis ATLETICO MADRID  akan menang, saya akirnya ganti ganti chanel, dan apa yang terjadi setelah saya ganti chanel, tiba score berubah menjadi 1 : 1 huahauahauhauahua saya tertawa terbahak - bahak, mungkin akaan lain cerita jika saya terus menyaksikan pertandingan, oke saya stay di depan televisi, menyaksikan pertandingan, dan score tidak berubah sampai full time hahaha saya merasa puas, karna REAL MADRID berhasil memangkas 2 point dari 2 kompetitor mereka, sungghuh hari yang baik untuk saya dan REAL MADRID hahaha :D sekian dulu saya mau tidur hehe 

DAMPAK LINGKUNGAN KAMPUS



DAMPAK LINGKUNGAN KAMPUS

Lingkungan satu kata yang tidak pernah kita anggap penting. Pahahal tanpa lingkungan kita tidak bisa hidup. Disadari atau tidak sadari, semua hal yang ada dilingkungan tempat kita tinggal saling berhubungan.

Takut tidak sih ?? kalau banjir diLingkungan kampus kita tuh masuk sampai kedalam ruangan dikarenakan hujan yang sangat deras, banjir yang diakibatkan kita tidak peduli sama lingkungan dikampus malah kita sering banget buang sampah sembarangan.

Padahal berbagai pihak sudah menangani masalah sampah, mlai dari menyediakan banyak tong sampah, membuat pamplet tentang bahayanya sampah sampai cara ngedaur ulang sampah. Tapi masih banyak orang yang tidak punya kesadaran buat membuang sampah pada tempatnya.

Semakin hari lingkungan kita semakin rusak. Makanya kita harus berusaha melestarikan lingkungan, usaha pelestarian lingkungan harus tidak cukup dilakukan disatu sector saja. Pelestarian lingkungan harus dilakukan disemua aspek.

What can we do ???  walaupun kitak tidak bisa merubah lingkungan yang rusak menjadi lebih baik dalam sekejap, tetapi kita bisa melakukan itu semua secara bertahap. Contohnya saja,  buang sampah pada tempatnya pelestariannya atau penghijauan hutan yang ada disekitar kita atau membuat sumur resapan sebagai cadangan ari kita tentunya.

Pelestarian maksudnya, merawat atau memelihara tanaman yang ada ataupun menanam tanaman untuk mengurangi polusi dan menciptakan lingkungan yang indah untuk kampus kita salah satunya. Zaman sekarang sih, orang-orang lebih sering ngerusak tanaman yang ada dari pada menenem tanaman (hee).

Untuk itu, jangan sekali-kali kita ikut ngerusak lingkungan kampus !! kalau lingkungan kampus kita rusak, kita mau menuntut ilmu dimana ??

So, kita mesti buat saat ini apalagi kalau bukan ikut berperan aktif dalam usaha pelestarian dan penanaman kembali lingkungan tempat dimana kita menuntut ilmu serta mengurangi kebiasaan buang sampah sembarangan “dare to do, dare to talk”.
Masalah dengan Lingkungan Disekeliling Kampus !
  
            Lingkungan adalah tempat dimana kita tinggal, dimana kita beradaptasi dengan satu sama lain, bahkan bisa dikatakan lingkungan hidup adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan organisasi dalam kehidupan, lingkungan hidup juga merupakan keseluruhan unsur atau komponen yang berada disekitar individu yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan individu yang bersangkutan. Komponen lingkungan hidup terdiri dari dua komponen yaitu lingkungn biotik dan lingkungan abiotik.
            Untuk mendapatkan lingkungan yang indah dikampus kita, kita harus menjaga kelestariannya dan kebersihannya. Kebersihan tidak hanya merupakan sebagian dari pada iman tetapi juga kebersihan adalah lingkungan yang bersih dari pencemaran udara, pencemaran air, dan sampah. Seperti halnya dikampus, tempat pembuangan sampah tuh menyatu dengan lapangan bola mungkin bila orang yang melintas begitu saja tidak masalah tetapi suguh sangat tidak nyaman untuk dipandang.
Mungki bila dari pihak Universitas  membuat tempat pembuangan sampah cukup hanya disatu tempat dan ditempat yang agak sedikit tertutup. Supaya orang-orang yang berjalan tidak risih melihatnya dan juga mempunyai kesan yang bersih. Ya sebersih-bersihnya tempat sampah pasti bakalan  segitu-segitu saja, ya tapi hanya kelihatan bersih saja.
Dan karena terlalu banyak sampah terus kita membuangnya gitu saja. Padahal banyak cara supaya kampus kita ini gak terlalu banyak nampung sampah-sampah. Lagian gak semua sampah-sampah gak bias kita daur ulangkan ? bukan ada tapi pasti ada dan bakalan ada. Mengola lagi sampah??? Kegiatan ini memang membutuhkan kreatifitas.
Contohnya, dari karton dan kardus bekas kita bisa merubahnya menjadi bingkai foto, rumah-rumahan untuk permainan anak-anak (boneka Elmo). Contoh yang lainnya, dari stik eskrim kita bisa buat robot-robotan, tempat tisu dan lain-lain pokonya bisa dijadikan kerajinan tangan. Kegiatan ini tuh kalo kitanya kretive kita bisa ngedaur ulangnya menjadi benda-benda yang unik kita bisa menjualnya dan kita gak perlu ngeluarin uang paling kita ngemodalnya buat barang-barang yang belum ada buat bahan-bahan kita ngedaur ulang barang-barang itu.
Untuk bisa menjaga lingkungan, perlu adanya kesadaran dari diri sendiri ya terutama diri kitanya masing-masing, tidak boleh egois memikirkan diri sendiri. Kalau kita egois, masalah yang kita hadapi tidak akan terselesaikan.
Mungkin kita hanya bisa ngasih tau saja tentang masalah dengan lingkungan segini saja. Terus, gimana sama kalian sendiri…?? Lingkungan yang kalian jalanin udah sempurna seperti apa yang kalian semua harapkan belum ???  Jagalah lingkungan kalian ya sebelum kalian menyesalinya. Inget penyesalan itu suka datang terlambat lohh  .

ULASAN NOVEL


Judul buku        : Sebelas Patriot
Penulis              : Andrea Hirata
Penerbit            : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Terbit               : Juni, 2011
Tebal                : xii + 112 Halaman

Jika diprosentasi, olahraga sepak bola mungkin akan menjadi olahraga paling diminati di dunia. Terbukti dengan membludaknya para penonton dan suporter setiap perhelatan sepak bola digelar. Dari pertandingan antar kampung sampai tingkat dunia seperti Piala Eropa atau Piala Dunia. Begitu juga di Indonesia. Meskipun klub sepak bola Indonesia belum tembus di tingkat dunia, para suporter tetap berusaha mendukung agar klub sepak bola negara ini suatu saat bisa tampil di pentas dunia.Di tengah konflik yang lama menjerat PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), Andrea Hirata, penulis fenomenal tetralogi Laskar Pelangikembali menghadirkan buku Sebelas Patriot. Sebuah novel tentang dunia sepak bola yang jarang ditulis oleh pengarang Indonesia.
Seperti halnya novel-novel Andrea Hirata sebelumnya, novel ini juga memakai gaya memoar dalam penulisannya. Bercerita tentang Ikal, yang sejak kecil bermimpi untuk menjadi pemain PSSI. Keinginan itu muncul karena ia menyimpan “sejarah kelam” tentang perlakuan semena-mena Kumpeni Belanda pada ayahnya, yang ketika masih remaja sangat lihai bermain sepak bola. Ayahnya dikurung dan disiksa hingga tempurung kakinya pecah, yang mengakibatkan ia tidak bisa lagi bermain sepak bola.
Dikemas dalam bahasa memoar—ciri khas karya Andrea Hirata—novel ini memang menawarkan cerita yang berbeda dari novel-novel kebanyakan. Ada banyak rasa yang hadir ketika membaca novel ini; haru, sedih, semangat, dan juga rasa humor yang hadir di beberapa episode.
Novel ini hadir tidak hanya sebagai hiburan, tapi lebih dari itu buku ini mengajak kita merenung; seberapa besar kecintaan kita terhadap negeri yang gemah ripah loh jinawi ini? Sebuah negeri yang tak pernah lepas dari berbagai masalah yang menimpanya. Dari masalah korupsi, kemiskinan, terorisme dan masalah lain yang tak kunjung selesai.
Selain itu, penulis juga ingin memberikan perspektif baru tentang sepak bola. Bahwa para pencinta sepak bola (gibol) bukan hanya sekadar buang-buang waktu ketika mengorbankan waktunya untuk menonton pertandingan klub andalannya. Mereka mencintai sepak bola karena ada beberapa “filosofi” dalam pertandingan kesebelasan di lapangan hijau itu. “Semua hal ada dalam sepak bola. Bendera raksasa yang berkibar-kibar adalah psikologi. Mars penyemangat yang gegap gempita adalah seni. Orang-orang yang duduk di podium kehormatan—adalah politik, dan orang-orang berdasi yang sibuk dengan telepon genggamnya di belakang jajaran politisi itu adalah bisnis. Seorang penonton yang berteriak mendukung PSSI sampai habis suaranya, hingga peluit panjang dibunyikan adalah keikhlasan. Para pemain menunduk untuk berdoa adalah agama. Ratusan moncong kamera yang membidik lapangan adalah sejarah…” (hal 97)
Kecintaan seorang Ikal—tokoh utama dalam novel ini—tidak berakhir begitu saja, meskipun ia sempat gagal menjadi pemain PSSI. Ketika ia kuliah di Universitas Sorbonne, Prancis pun semangat itu masih menyala-nyala. Ia punya niat untuk membelikan Ayahnya kaus bertuliskan Luis Figo di toko resmi Real Madrid, di markas besar klub itu di stadion Santiago Bernabéu. Namun, sebagai backpacker, isi kantongnya tak mampu untuk menebus kaus dengan harga Dua Rarus Lima Puluh euro itu. Namun bukan Ikal jika harus menyerah. Ia rela menjadi “kuli lapangan” yang memunguti bola, mengumpulkan kaus pemain, dan diperintah-perintah pembantu dari pembantu pelatih utama, demi menebus kaus seharga 250 euro itu.
Jika dibandingkan dengan novel-novel sebelumnya, karya Andrea Hirata kali ini lebih “lengkap” karena dilengkapi foto-foto kenangan pengarang selama ada di Prancis atau di depanEstadio Santiago Bernabéu ketika berburu kaus bertuliskan Luis Figo yang akan dihadiahkan kepada Ayahnya.
Uniknya lagi, untuk mendapatkan seluruh impresi secara utuh dari karya ini, novel Sebelas Patriot dilengkapi dengan sebuah CD berisi tiga lagu karya Andrea Hirata yang berjudul “PSSI Aku Datang”, “Sebelas Patriot”, dan “Sorak Indonesia”. Lagu-lagu itu adalah lagu rakyat yang didesain untuk dinyanyikan bersama-sama, lagu tentang semangat, lagu untuk para suporter, demi meletupkan gelora cinta pada Indonesia, demi mendukung PSSI dan tim olahraga Indonesia saat bertarung.
Membaca novel Sebelas Patriot ini, seseorang akan terinspirasi untuk lebih gigih berjuang, tidak menyerah dengan keadaan. Bagaimana cinta seorang anak terhadap orangtua, pengorbanan seorang Ayah, makna menjadi orang Indonesia, dan kegigihan menggapai mimpi-mimpi.
Akhirnya, novel Sebelas Patriot yang merupakan novel ketujuh Andrea Hirata—setelah tetralogi Laskar Pelangi dan dwilogi Padang Bulan—ini memberikan sebuah wawasan tentang sepak bola bagi pembacanya. Sekaligus mengajak seluruh rakyat Indonesia pencinta PSSI untuk menyebut mereka sebagai Patriot PSSI



HARIAN KOMPAS 18 JANUARI 2014

HARIAN KOMPAS 18  JANUARI 2014


PENANGANAN MENGECEWAKAN WARGA MANADO MINTA SUMBANGAN PADA PENGENDARA JALAN P

ulasan


Sejak banjir bandang di sertai longsor terjadi di manado dan sekitarnya di sulawesi utara, penangan yang di lakukan pemerintah jauh dari apa yang di harapkan warga.

menurut warga, tenda yang sedemikian sudah didirikan untuk dapur umum di beberapa lokasi tidak ada aktivitas. dan bantuan logistik seperti makanan dan minuman yang datang ke lokasi, justru datang dari masyarakat di sekitaran kota Manado. akibat minimnya perhatian pemerintah, warga berinisiatif mengumpulkan dana dengan menodorkan kotak sumbangan kepada setiap pengendara yang lewat. petugas BPBD Sulawesi Utara beralasan lambatnya kinerja penanggulangan bencana dikarenakan, sulitnya petugas BPBD Sulawesi utara berkordinasi dengan BPBD Manado.

di hari ke 3 dilaporkan untuk korban jiwa bertambah 1 orang setelah 2 orang tewas, sekarang menjadi 3 korban jiwa yang di laporkan media. serta 109 rumah hanyut, dan adapun yang rusak berat sebanyak 400, dan rusak ringan 1000. 

gambar : terjangan banjir bandang ( manado ) kompas



MOTIVASI SAYA

MOTIVASI 

sebelumnya saya menceritakan apa yang menjadi motivasi saya dalam waktu dekat ini, saya akan memamparkan terlebih dahulu apa itu motivasi.

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya. Tiga elemen utama dalam definisi ini adalah intensitas, arah, dan ketekunan.
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, teori X dan Y Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, arti motivasi adalah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan memiliki motivasi tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang sangat kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang. Berbeda dengan motivasi dalam pengertian yang berkembang di masyarakat yang seringkali disamakan dengan semangat, seperti contoh dalam percakapan "saya ingin anak saya memiliki motivasi yang tinggi". Statemen ini bisa diartikan orang tua tersebut menginginkan anaknya memiliki semangat belajar yang tinggi. Maka, perlu dipahami bahwa ada perbedaan penggunaan istilah motivasi di masyarakat. Ada yang mengartikan motivasi sebagai sebuah alasan, dan ada juga yang mengartikan motivasi sama dengan semangat.
Dalam hubungan antara motivasi dan intensitas, intensitas terkait dengan seberapa giat seseorang berusaha, tetapi intensitas tinggi tidak menghasilkan prestasi kerja yang memuaskan kecuali upaya tersebut dikaitkan dengan arah yang menguntungkan organisasi. Sebaliknya elemen yang terakhir, ketekunan, merupakan ukuran mengenai berapa lama seseorang dapat mempertahankan usahanya.

Demikianlah pemaparan motivasi menurut om Wiki.

berlandaskan teori diatas, Motivasi saya dalam waktu dekat dekat ini ialah lulus kuliah. berbicara motivasi pasti mempunya alasan, hmmm... alasan saya ialah dengan lulus kuliah paling tidak saya terbebas dari sindiran - sindiran orang tua, serta mau move on dari yang namanya di tinggal pacar, praktis setelah saya terlambat lulus, dan putus dari pacar, gak ada hal lain yang bisa saya kerjakan kecuali mengerjakan studi akhir, tapi sepertinya hal tersebut tidak efektif untuk move on, emm .. (hening) yasudahlah haha, oh ya, dan satu lagi, biar bisa menafkahi diri sendiri. sedikit cerita, memang saya tergolong dari keluarga yg mampu, tapi untuk meminta uang jajan kepada orang tua sudah harus beralasan, alias (tipus sana tipu sini huehuehue jgn di tiru) sementara stok alasan saya sudah habis, haha karna itulah saya termotivasi untuk lulus kuliah, agar bisa mencari pekerjaan yang halal, paling tidak bisa memberikan hasil dari jerih payah saya sendiri untuk orang tua, seperti teman - teman saya pada umumnya yang sudah bekerja :D sekian 

Suatu saat nanti, saya pasti bisa memotivasi pribadi - pribadi yang membutuhkan saya



PEMAHAMAN MENGENAI SOFTSKILL

Softskill merupakan 2 perwujudan dari Interpersonal skill dan Intra Personal  Skill

dimana : 


Interpersonal skill : keterampilan untuk berhubungan dengan orang lain 

Intra Personal Skill : Keterampilan dalam me manage dirinya sendiri


Softskill menurut saya lebih ke sifat jiwa dalam setiap pribadi
 seperti : 

- Keinisiatif
- Kemauan
- komitmen 
- Motivasi
- Kreativitas
- Berfikir secara Kritis
- Disiplin

Didunia kerja atau bermasyarakat hal ini  di butuhkan, bisa di katan softskill ini  untuk penunjang, tetapi tanpa disadari sebagi hal yang penting juga, khusunya untuk berelasi dengan sekitar

Softskil yang baik akan mencerminkan kepribadian yang baik juga, serta sebaliknya

Softskill yang baik bermanfaat sebagai :

1. Pembangunan Karakter
2. Penumbuh Rasa Percaya Diri
3. Modal utama untuk membangun sebuah Relasi







DEFINISI PEMIMPIN, SERTA TEORINYA, + PEMIMPIN FAVORIT

DEFINISI PEMIMPIN, BESERTA TEORINYA 

Stogdill (1974) menyimpulkan bahwa banyak sekali definisi mengenai kepemimpinan, dan diantaranya memiliki beberapa unsur yang sama.
Menurut Sarros dan Butchatsky (1996), istilah ini dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktivitas para anggota kelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.
Sedangkan menurut Anderson (1988), “leadership means using power to influence the thoughts and actions of others in such a way that achieve high performance”.
Berdasarkan definisi-definisi di atas, kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, antara lain :
Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, tidak akan ada pimpinan.
Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or herpower) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi.
Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi.
TEORI - TEORI KEPEMIMPINAN 

1. TEORI KEPEMIMPINAN SITUASIONAL 
Teori kepemimpinan situasional atau the situational leadership theory adalah teori kepemimpinan yang dikembangkan oleh Paul Hersey.

Inti dari teori kepemimpinan situational adalah bahwa gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan berbeda-beda, tergantung dari tingkat kesiapan para pengikutnya.
Pemahaman fundamen dari teori kepemimpinan situasional adalah tentang tidak adanya gaya kepemimpinan yang terbaik. Kepemimpinan yang efektif adalah bergantung pada relevansi tugas, dan hampir semua pemimpin yang sukses selalu mengadaptasi gaya kepemimpinan yang tepat.
Efektivitas kepemimpinan bukan hanya soal pengaruh terhadap individu dan kelompok tapi bergantung pula terhadap tugas, pekerjaan atau fungsi yang dibutuhkan secara keseluruhan.   Jadi pendekatan kepemimpinan situasional fokus pada fenomena kepemimpinan di dalam suatu situasi yang unik.

2. TEORI KEPEMIMPINAN BERDASARKAN TINGKAH LAKU
Dengan memusatkan pada ciri-ciri dan gaya yang dimiliki oleh setiap pemimpin yang bersangkutan, mereka yakin akan berhasil dalam melaksanakan tugas kepemimpinannya. Sehingga gaya dan ciri-ciri tersebut akan menimbulkan berbagai tipe.

Ada beberapa tipe kepemimpinan.

1. Tipe Otoriter

Tipe ini mempunyai sifat-sifat:
a. Semua kebijaksanaan ditentukan oleh pemimpin
b. Organisasi dianggap milik pribadi pemimpin
c. Segala tugas dan pelaksanaannya ditentukan oleh pemimpin .
d. Kurang ada partisipasi dari bawahan .
e. Tidak menerima kritik, saran dan pendapat bawahan .

2. Tipe Demokratis
a. Semua kebijaksanaan dan keputusan dilakukan sebagai hasil diskusi dan musyawarah .
b. Kebijaksanaan yang akan dating ditentukan melalui musyawarah dan diskusi.
c. Anggota kelompok, bebas bekerjasama dengan anggota yang lain, dan berbagai tugas diserahkan kepada kelompok .
d. Kritik dan pujian bersifat objektif dan berdasarkan fakta-fakta .
e. Pemimpin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sebagai anggota biasa .
f. Mengutamakan kerjasama .

3. Tipe Semuanya

a. Kebebasan diberikan sepenuhnya kepada kelompok atau perseorangan di dalam pengambilan kebijaksanaan maupun keputusan .
b. Pemimpin tidak terlibat dalam musyawarah kerja .
c. Kerjasama antara anggota tanpa campur tangan pemimpin .
d. Tidak ada kritik, pujian atau usaha mengatur kegiatan pemimpin .
Di samping ketiga gaya kepemimpinan diatas Sondang P.Siagian, MPA.,Ph.D. mengemukakan tipe pemimpin yang lain, ialah:

4. Tipe Militeristis

a. Lebih sering mempergunakan perintah terhadap bawahan .
b. Perintah terhadap bawahan sangat tergantung pada pangkat dan jabatan .
c. Menyenangi hal-hal yang bersifat formal .
d. Sukar menerima kritik .
e. Menggemari berbagai upacara .

5. Tipe Paternalistik
a. Bersikap melindungi bawahan .
b. Bawahan dianggap manusia yang belum dewasa .
c. Jarang ada kesempatan pada bawahan untuk mengambil inisiatif .
d. Bersikap maha tahu .

6. Tipe Karismatis

a. Mempunyai daya tarik yang besar, oleh karenanya mempunyai pengikut yang besar .
b. Daya tarik yang besar tersebut kemungkinan disebabkan adanya kekuatan gaib (supernature) .

Disamping teori yang telah dikemukakan diatas, ada teori lain yang Dikemukakan oleh W.J. Reddin dalam artikelnya yang berjudul “What Kind of Manager”.
Ada tiga pola dasar yang dapat dipakai untuk menentukan watak atau tipe seorang pemimpin. Ketiga pola dasar tersebut :
1. Berorientasi tugas (task orientation).
2. Berorientasi pada hubungan kerja (Relationship orientation).
3. Berorientasi pada hasil (effectiveness orientation).

Berdasarkan sedikit banyaknya orientasi atau penekanan ketiga hal diatas pada diri seorang pemimpin akan dapat ditentukan delapan tipe pemimpin masing-masing ialah:
1. Deserter
2. Bureaucrat
3. Missionary
4. Developer
5. Autocrat
6. Benevolent autocrat
7. Compromiser
8. Executive

3. TEORI KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL

Kepemimpinan transaksional adalah perilaku pemimpin yang memfokuskan perhatiannya pada transaksi interpersonal antara pemimpin dengan anggota yang melibatkan hubungan pertukaran. Pertukaran tersebut didasarkan pada kesepakatan mengenai klarifikasi sasaran, standar kerja, penugasan kerja, dan penghargaan.
Pemimpin transaksional harus mampu mengenali apa yang diinginkan anggota dari pekerjaannya dan memastikan apakah telah mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebaliknya, apa yang diinginkan pemimpin adalah kinerja sesuai standar yang telah ditentukan.
Hubungan pemimpin transaksional dengan anggota tercermin dari tiga hal, yakni: 
pemimpin mengetahui apa yang diinginkan anggota dan menjelaskan apa yang akan mereka dapatkan apabila untuk kerjanya sesuai dengan harapan, 
pemimpin menukar usaha-usaha yang dilakukan oleh anggota dengan imbalan, dan 
pemimpin responsif terhadap kepentingan-kepentingan pribadi anggota selama kepentingan tersebut sebanding dengan nilai pekerjaan yang telah dilakukan anggota.
Berdasarkan pengertian mengenai kepemimpinan transaksional yang telah dikemukakan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa kepemimpinan transaksional merupakan persepsi para anggota terhadap perilaku pemimpin dalam mengarahkan anggotanya untuk bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan.
Karakteristik kepemimpinan transaksional terdiri atas: imbalan kontigen dan manajemen melalui eksepsi. Kedua karakteristik kepemimpinan transaksional, selengkapnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

Imbalan kontigen. Imbalan kontigen adalah kontrak pertukaran imbalan untuk upaya yang dilakukan, menjanjikan imbalan bagi kinerja yang baik, dan menghargai prestasi kerja yang dilakukan anggota.
Manajemen melalui eksepsi. Manajemen melalui eksepsi merupakan pengawasan yang dilakukan oleh pemimpin agar kinerja anggota sesuai standar yang telah ditentukan. Penerapan manajemen melalui eksepsi dapat dilakukan secara aktif maupun pasif. Pada pelaksanaan manajemen melalui eksepsi secara aktif, pemimpin mengawasi dan mencari deviasi atau penyimpangan atas berbagai aturan dan standar, serta mengambil tindakan korektif. Sebaliknya, dalam pelaksanaan manajemen melalui eksepsi secara pasif, pemimpin melakukan intervensi hanya bila standar tidak tercapai.
Penelitian mengenai kepemimpinan transaksional mengemukakan ada dua karakteristik utama tipe kepemimpinan transaksional, yaitu: (1) pemimpin menggunakan serangkaian imbalan untuk memotivasi para anggota, dan (2) pemimpin hanya melakukan tindakan koreksi apabila anggota gagal mencapai sasaran prestasi yang ditetapkan. Kepemimpinan transaksional dengan demikian mengarah pada upaya mempertahankan keadaan yang telah dicapai.

4. TEORI KEPEMIMPINAN KONTINGENSI

Teori atau model kontingensi (Fiedler, 1967) sering disebut teori situasional karena teori ini mengemukakan kepemimpinan yang tergantung pada situasi. Model atau teori kontingensi Fiedler melihat bahwa kelompok efektif tergantung pada kecocokan antara gaya pemimpin yang berinteraksi dengan subordinatnya sehingga situasi menjadi pengendali dan berpengaruh terhadap pemimpin.

Model kepemimpinan kontingensi memfokuskan perhatian yang lebih luas, yakni pada aspek-aspek keterkaitan antara kondisi atau variabel situasional dengan watak atau tingkah laku dan kriteria kinerja pemimpin (Hoy and Miskel 1987). Model kepemimpinan Fiedler (1967) disebut sebagai model kontingensi karena model tersebut beranggapan bahwa kontribusi pemimpin terhadap efektifitas kinerja kelompok tergantung pada cara atau gaya kepemimpinan (leadership style) dan kesesuaian situasi (the favourableness of the situation) yang dihadapinya. Menurut Fiedler, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi kesesuaian situasi dan ketiga faktor ini selanjutnya mempengaruhi keefektifan pemimpin. Ketiga faktor tersebut adalah hubungan antara pemimpin dan bawahan (leader-member relations), struktur tugas (the task structure) dan kekuatan posisi (position power).

-  Gaya kepemimpinan fiedler :                                                      
• Kepemimpinan berorientasi-tugas
• Kepemimpinan berorientasi-hubungan
-  Faktor-faktor situasional :
• Hubungan pemimpin-anggota
• Struktur tugas
• Position power
Hubungan antara pemimpin dan bawahan menjelaskan sampai sejauh mana pemimpin itu dipercaya dan disukai oleh bawahan, dan kemauan bawahan untuk mengikuti petunjuk pemimpin. Struktur tugas menjelaskan sampai sejauh mana tugas-tugas dalam organisasi didefinisikan secara jelas dan sampai sejauh mana definisi tugas-tugas tersebut dilengkapi dengan petunjuk yang rinci dan prosedur yang baku. Kekuatan posisi menjelaskan sampai sejauh mana kekuatan atau kekuasaan yang dimiliki oleh pemimpin karena posisinya diterapkan dalam organisasi untuk menanamkan rasa memiliki akan arti penting dan nilai dari tugas-tugas mereka masing-masing. Kekuatan posisi juga menjelaskan sampai sejauh mana pemimpin (misalnya) menggunakan otoritasnya dalam memberikan hukuman dan penghargaan, promosi dan penurunan pangkat (demotions).
Contohnya dalam kehidupan sehari-hari adalah Ketua umum di suatu organisasi akan mengumpulkan anggota-anggotanya untuk mengambil suatu keputusan apabila akan mengadakan kegiatan charity ke suatu tempat yang terkena bencana alam. Hal itu dimaksudkan agar apa yang menjadi keputusan anggota-anggotanya dapat membantu ketua untuk mengambil keputusan apa yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik. Walaupun apa yang sudah dibahas oleh anggota-anggotnya akan dipertimbangkan lagi oleh ketua dan hal tersebut akan sangat membantu.


 TOKOH PEMIMPIN FAVORIT

Ikker Casillas : merupakan kapten bagi tim national sepak bola Spanyol, dan Juga Club sepak bola Real Madrid, serta menempati posisi sebagai Goal Keeper ( penjaga gawang ), st ikker ( begitu panggilannya) tidak banyak para penjaga gawang yang bisa mendapatkan ban kapten, yang notabene di sebut sebagai pemimpin di lapangan, karena biasanya seorang kaptenlah yg berhak berinteraksi dengan wasit jika sewaktu waktu terdapat foul dalam suatu pertandingan, dan posisi kiper tidak banyak untuk menjelajahi satu lapangan dan interaksi dengan wasit yg sering sekali berjauhan jaraknya, karena itu kiper sangatlah jarang menjadi kapten. akan tetapi apapun di dunia ini selalu ada pengecualian, casillas mengemban kapten karna sekarang hanya ialah seorang senior di clubnya real madrid,  serta panutan setiap pemain tim nasional lafuja roha ( sebutan timnasional spanyol ) . ia juga selalu dalam performa terbaik, walaupun sekarang sudah agak menurun, karena kurang mendapat kans bermain di liga, akan tetapi penyellamatan - penyelamatan krusialnya masih sering terlihat di liga champion ( pertandingan liga antar club2 sepak bola eropa ). 

dalam segi teknikal casillas terbilang sangat baik, terbukti dengan penghargaan golden glove FIFA yang pernah di perolehnya, serta menyingkirkan nama nama penjaga gawang seperti buffon, victor valdes, pieter cech dan kiper kiper elitnya lainnya

Pengawasan pertahanan terbaik memanglah pada umumnya di miliki seorang kiper, apa lagi sekaliber kiper - kiper eropa, tetapi yang di lakukan casillas lain dari yang lain, mungkin pemicu nya adalah kharisma yang ia miliki.

tidak sampai disitu, yang menjadikan ikker casillas kiper terbaik dunia, sekaligus favorit saya adalah karena ia memiliki mental juara yang kuat, serta kecepatan dalam membaca arah tendangan lawan, karena itu juga dia selalu menang dalam adu penalty hahahaha :D 







Kepemimpinan secara umum bisa kita katakan adalah orang yang bertanggung jawab terhadap sesuatu atas apa yang di amanahkan.
kalau lihat presiden kita, definisi kepemimpinan kah yang salah ??? hihihih :D