Senin, 20 Januari 2014

KONSEP MANAJER, MANAJERIAL

Konsep Manajerial  dan Manajer

Kata manajemen dan manajer itu sangat sering kita baca dan dengar, bahkan mungkin telah melekat sangat dalam di telinga kita, demikian juga telah banyak orang yang memang sudah memahaminya, tetapi tentu juga ada yang bertanya-tanya, apa sih sebenarnya manajemen itu, apa pula itu, apa memang perlu dimengerti?

Tulisan ini tentu tidak dibutuhkan bagi masyarakat yang sudah banyak pengalaman melaksanakan tugas pekerjaannya sebagai pemegang jabatan dalam posisinya di suatu lembaga perusahaan, pemerintah, atau lembaga organisasi pada umumnya, juga tidak diperlukan bagi mereka yang sudah pernah mempelajarinya dalam kuliah atau seminar tentang manajemen.


Asal kata “manajemen” adalah dari bahasa Inggris “management”, berbentuk kata benda, sedangkan kata kerjanya adalah “to manage”, yang artinya mengelola sesuatu, lalu secara populer pengertian “mengelola” adalah “mengurus suatu pekerjaan”, di mana ada pekerjaan berskala kecil tetapi juga bisa berskala besar, lebih lanjut apabila skala pekerjaannya makin besar, mengurusnya juga akan menjadi makin rumit (complicated), sehingga lalu berkembang dan tumbuh memunculkan suatu disiplin ilmu tersendiri, yaitu “ilmu manajemen”.
Sebenarnya di dalam kesehariannya, setiap orang itu tanpa disadari sudah melakukan “pekerjaan manajemen”, misalnya si A meminta tolong temannya melakukan sesuatu untuk kepentingannya, disebabkan karena si A sedang sibuk melakukan kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan.
Ungkapan di atas memang benar beralasan, karena secara alami kemampuan setiap manusia itu terbatas, di mana pada tubuhnya hanya diperlengkapi dengan seperangkat panca indera saja (terdiri dari satu mulut, sepasang mata, telinga, kaki, dan tangan), dan biasanya juga ditambah lagi dengan adanya keterbatasan waktu untuk menyelesaiakn suatu pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

Pemegang jabatan tiap-tiap simpul di dalam teori manajemen disebut sebagai “manajer”,yaitu orang yang bertugas untuk mengelola (memanej) pekerjaan yang dibebankan dalam kelompoknya.
Pengelola pekerjaan paling tinggi biasa disebut “manajer puncak (top manager)”, di bawahnya disebut “manajer-manajer menengah (middle manager), sedangkan paling bawah adalah “manajer terbawah (lowest manager)”.
Tampak bahwa top manager membawahi dan mengkoordinasikan pekerjaan para manajer yang berposisi langsung di bawahnya (manajer menengah strata-1), lalu manajer menengah strata-1 tersebut membawahi dan mengkoordinasikan para manajaer menengah strata-2 yang langsung dibawahnya lagi, begitu seterusnya dilaksanakan secara berjenjang sampai kepada manajer terbawah, sedangkan manajer terbawah mempunyai sekelompok anak buah sebagai delegasinya untuk langsung melaksanakan pekerjaan yang memang menjadi porsi tugasnya.
Jadi, yang disebut “manajer” adalah semua orang yang memiliki anak buah yang harus dikelola untuk menjalankan suatu tugas pekerjaan, bahkan ketua kelompok terkecil juga disebut sebagai manager, misalnya “ketua satpam” yang membawahi beberapa orang anggota satpam.

Eselon (Echelon) :
Beberapa lembaga, terutama lembaga pemerintahan, memberikan echeloniring pada setiap jabatan berdasarkan pada struktur organisasainya, di mana sangat jelas terlihat tingkatan-tingkatan horizontal sekelompok simpul jabatan mulai dari kelompok tertinggi, dan sterusnya ke bawah. Untuk organisasi yang konsisten tersusun secara structural, pemberian echeloniring tersebut sangat mudah, tetapi karena suatu kebutuhan yang dianggap pernting, beberapa jabatan terkadang perlu ditambahkan dalam organisasi, biasanya merupakan sub lembaga yang tidak berstatus struktural, sehingga pemberian tingkat eselonnya dilakukan dengan kebijaksanaan manajer puncak, sesuai dengan tingkat beban pekerjaan yang diembannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar